Minggu, 31 Maret 2013

Anime dan Prosess Pembuatannya

Post oleh : Yusma Swandika | Rilis : Maret 31, 2013 | Series :



Setelah mengerti apa itu anime, sekarang kita intip cara pembuatannya yuk!?


Sebelum Masuk Tahap Pembuatan, Para animator sebelumnya harus menyesuaikan cerita dengan style mereka masing masing, style disini adalah gaya menggambar atau jenis anime yang dihasilkan dari cara kerja para animator tersebut, di dalam dunia Anime ada banyak jenis dan macam Genre Anime, diantaranya :


GENRE

- Shounen (untuk cowo)
- Shoujo (untuk cewe)
- Mahou Shoujo (cewe Ajaib)
- Moe (cewe lucu/imut, romantis)
- Mecha (Giant Robot)
- Progressive (lebih cenderung ke seninya)

Berikut yang agak menyimpang.
- Shounen-ai (gay)
- Shoujo-ai (lesbian)
- Hentai / Ecchi (Erotis) dengan sub kategori yang terkandung dalamnya antara lain : Yaoi, Yuri, Shota¸dan lolicon.


Secara struktur, semua Anime TV seri rata rata berurut dengan pola sebagai berikut :

STRUKTUR


- Opening (Op)
- Bagian pertama sebuah episode
- Eyecatch
- bagian kedua episode
- Ed & Kredit
- Preview episode selanjutnya





Berikut tahapan pembuatanya,


1.Planning

Saat memulai proses pembuatan animasi, perencanaan menjadi unsur penting. Bentuk animasi seperti apa


2.Scenario
Setelah perencanaan matang dibuat, maka selanjutnya membuat scenario. Dari sini cerita dibuat dan dikembangkan . Detail karakter juga dijelaskan.


3.Storyboard

Skenario adalah bentuk cerita tertulis sehingga perlu divisualisasikan dalam bentuk gambar, agar tim produksi mengerti sepenuhnya detail cerita dan karakter yang akan dibuat. Disinilah peran story board diperlukan .
Dalam story boar ini dijelaskan bagaimana karakter tersebut bergerak dalam setiap adegan. Lalu diperhitungkan pula sudut penempatan kamera , cahaya, bayangan, dan manajemen waktu. Story board harus selesai sepenuhnya, karena menjadi dasar dalam rapat antara bagian produksi dan bagian gambar.
Story board:



4.Menggambar

Tahap ini biasanya terbagi menjadi tiga bagian yaitu pembuatan lay out, gambar-gambar kunci dan animasi in-between.
Dalam proses lay out , orang yang bertanggung jawab membuatnya akan banyak memikirkan bagaimana alur gerakan karakter dalam setiap adeganatau detail latar dan masih banyak hal yang lain terkait proses perfilman .
Setelah itu , mulai dibuat gambar-gambar kunci. Orang yang bertanggung jawab dalam tahap ini harus menentukan pada titik-titik mana saja pergerakan karakterterjadi. Proses ini kemudian dilanjutkan dengan gambar in-between yang mengisi gambar kunci tersebut. Hasilnya, gambar itu sepenuhnya bergerak.



5.mewarnai
Dulu proses pewarnaan menggunakan cat dan kuas di atas sel-sel yang disiapkan. Tapi sekarang, karena gambar di scan dalam computer , pewarnaan bisa dilakukan dengan cara digital. Pewarnaan ini penting untuk memberikan nuansa dan efek pada animasi tersebut.


6.Filmisasi
Tahap ini menyatukan dan merekam seluruh gambar yang sudah disiapkan. Pada proses ini gambar-gambar itu bergerak dan ditambahkan visual efek jika diperlukan. Dulu, animasi tercipta dari hasil memotret franme satu ke frame yang lain. Tapi sekarang sudah menggunakan computer.
Tahap selanjutnya setelah animasi itu menjadi film utuh adalah pengisian suara . Pengisian suara untuk setiap karakternya mulai dimasukkan. Begitu juga efek suara yang lain.



Nah Begitulah Akhirnya Anime Sampai Pada Kita Semua, Bukan Hal yang mudah bukan, dan mulai sekarang marilah kita menghargai dan mengapresiasikan hasil karya para animator yang telah membuat sebuah karya yang tidak mudah seperti kita bayangkan, dan janganlah hanya menonton saja tanpa tau jerih payah orang yang membuatnya, dengan begitu kita akan tau makna dan kita akan sadar bahwa Anime itu bukanlah hanya tontonan anak-anak saja yang tidak ada gunanya, tapi Anime adalah sebuah seni dan banyak pembelajaran didalamnya yang dapat kita peroleh.

google+

linkedin